326 Ribu Kendaraan Diprediksi Melintas di Tol Madiun-Nganjuk



Madiun

PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) bersiap memberikan layanan terbaik bagi pemudik Idul Fitri 1446 H/Lebaran 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, JNK menambah titik transaksi serta meningkatkan jumlah personel hingga 50 persen.

Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri, Arie Irianto menyampaikan, jumlah kendaraan pemudik yang melintasi ruas tol Ngawi Kertosono Kediri diperkirakan meningkat 2,13 persen dibanding tahun lalu.

“Kami menyiapkan tambahan 33 personel serta menambah 2 hingga 3 gerbang transaksi di setiap gerbang tol untuk mengurai antrean. Data dari kami di PT JNK, total kendaraan yang keluar saat Lebaran 2024 (H-10 sampai dengan H+10) mencapai 319.795 kendaraan. Di tahun 2025 ini, diprediksikan ada 326.617 kendaraan yang keluar melalui tiga gerbang tol PT JNK, yaitu Gerbang Tol Madiun, Caruban, dan Nganjuk,” terang Arie, Senin (24/3/2025).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puncak Arus Mudik dan Strategi Pengaturan Lalu Lintas

Arie memprediksi lonjakan arus mudik terbesar terjadi pada 29 Maret 2025 (H-2 Lebaran).

“Akan ada lonjakan arus mudik pada tanggal 29 Maret 2025 atau H-2 Lebaran. Ada sebanyak 32 ribu kendaraan yang melintas di wilayah PT JNK, sedangkan yang keluar di tiga gerbang tol kisaran 18 ribu kendaraan,” kata Arie.

Sebagai antisipasi, JNK melakukan penambahan gardu transaksi di tiga gerbang tol utama, yaitu Gerbang Tol Madiun, Caruban, dan Nganjuk.

“Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama libur arus mudik dan balik Idul Fitri 1446 H/Lebaran 2025, selain menambah personel 50 persen, kami juga menambah layanan transaksi di exit tol. Biasanya hanya dua gardu, tetapi saat mudik Lebaran kami prioritaskan penambahan untuk transaksi exit. Saat arus balik, penambahan justru dilakukan pada transaksi pintu masuk tol,” jelas Arie.

“Penambahan personel tersebut dilakukan selama masa mudik dan balik berlangsung, yakni pada H-10 hingga H+10 Lebaran 2025,” imbuhnya.

Fokus pada Keamanan dan Kenyamanan Pemudik

Selain mengatur kelancaran arus lalu lintas, PT JNK juga mengidentifikasi titik rawan kecelakaan di sepanjang ruas tol Ngawi Kertosono Kediri. Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah KM 640 di wilayah Nganjuk.

“Titik rawan laka tol dengan penambahan rambu dan penerangan ada di KM 640 Nganjuk. Di Nganjuk sangat rawan angin,” papar Arie.

Selain fokus pada arus mudik, PT JNK juga menyiapkan langkah antisipasi untuk mengatasi kepadatan kendaraan pada periode silaturahmi Lebaran.

Para pemudik diimbau untuk mengunduh aplikasi Travoy, yang merupakan sistem digital perjalanan dari Jasa Marga.

“Aplikasi Travoy Journey ini dapat memudahkan para pengguna jalan tol untuk merencanakan dan mengatur waktu perjalanan, dari lokasi asal menuju lokasi tujuan. Fitur ini juga akan mempermudah mobilitas masyarakat, sehingga mereka mendapatkan rute terbaik dengan informasi terkini mengenai jalan tol,” tandas Arie.

(irb/hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *