Mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seringkali terkendala oleh keterbatasan modal. Di sinilah Kredit Usaha Rakyat (KUR) hadir sebagai solusi strategis. Program pembiayaan dari pemerintah ini dirancang khusus untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan akses modal dengan bunga rendah dan persyaratan yang lebih ringan.Artikel ini akan memandu Anda secara komprehensif…
- Apa Itu Kredit Usaha Rakyat (KUR)?
- Definisi dan Tujuan KUR
- Manfaat KUR bagi UMKM
- Peran Pemerintah dalam KUR
- Jenis-Jenis Kredit Usaha Rakyat
- KUR Mikro
- KUR Kecil
- KUR Khusus
- KUR Super Mikro
- KUR Penempatan TKI
- Syarat Umum Pengajuan KUR
- Syarat untuk Individu/Perorangan
- Syarat untuk Badan Usaha
- Dokumen-dokumen Pendukung
- Proses Pengajuan KUR Langkah demi Langkah
- Persiapan Dokumen
- Memilih Bank Penyalur
- Mengajukan Permohonan
- Proses Survei dan Analisis
- Pencairan Dana
- Bank Penyalur KUR Terkemuka
- KUR BRI
- KUR Mandiri
- KUR BNI
- Bank Lainnya
- Tips Sukses Agar Pengajuan KUR Diterima
- Pahami Kriteria Kelayakan
- Siapkan Proposal Usaha yang Solid
- Jaga Riwayat Kredit yang Baik
- Manfaatkan Konsultasi dengan Bank
- Contoh Kasus dan Studi Keberhasilan KUR
- Kisah Sukses Petani dengan KUR Mikro
- Pengembangan Usaha Kuliner Berkat KUR Kecil
- Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan Setelah Mendapatkan KUR
- Manajemen Keuangan yang Baik
- Pemanfaatan Dana Sesuai Peruntukan
- Disiplin dalam Pembayaran Angsuran
- Kesimpulan
- FAQ
Mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seringkali terkendala oleh keterbatasan modal. Di sinilah Kredit Usaha Rakyat (KUR) hadir sebagai solusi strategis. Program pembiayaan dari pemerintah ini dirancang khusus untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan akses modal dengan bunga rendah dan persyaratan yang lebih ringan.
Artikel ini akan memandu Anda secara komprehensif mengenai segala hal tentang KUR. Mulai dari definisi, jenis-jenis, syarat pengajuan, hingga tips sukses agar permohonan Anda diterima. Kami akan menyajikan informasi dengan jelas, runtut, dan dilengkapi contoh konkret agar Anda bisa memahami dan memanfaatkan program ini secara maksimal.
Apa Itu Kredit Usaha Rakyat (KUR)?

Definisi dan Tujuan KUR
Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program pembiayaan atau kredit bersubsidi dari pemerintah kepada UMKM, koperasi, dan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang produktif namun belum memiliki agunan yang cukup atau belum bankable. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja.
Program ini disalurkan melalui lembaga keuangan atau perbankan dengan skema penjaminan dari pemerintah. Ini berarti risiko kredit ditanggung sebagian oleh pemerintah, sehingga bank dapat memberikan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan kredit komersial biasa. Hal ini tentu sangat meringankan beban pelaku usaha.
Manfaat KUR bagi UMKM
Bagi UMKM, KUR menawarkan berbagai manfaat signifikan. Yang paling utama adalah akses terhadap modal kerja dan investasi dengan suku bunga yang sangat kompetitif. Suku bunga KUR biasanya jauh di bawah suku bunga pasar, sehingga cicilan bulanan menjadi lebih terjangkau.
Selain itu, persyaratan agunan yang lebih fleksibel, bahkan dalam beberapa skema tidak memerlukan agunan tambahan, membuat KUR sangat cocok untuk usaha rintisan atau UMKM yang baru berkembang. Dengan modal ini, UMKM dapat memperluas usaha, membeli peralatan baru, menambah stok barang, atau bahkan merekrut karyawan baru, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan daya saing.
Peran Pemerintah dalam KUR
Pemerintah memegang peran sentral dalam program KUR. Melalui kebijakan dan regulasi, pemerintah menetapkan target penyaluran, besaran subsidi bunga, serta kriteria kelayakan. Pemerintah juga menunjuk lembaga penjaminan seperti PT Jamkrindo dan PT Askrindo untuk menanggung sebagian risiko kredit yang disalurkan oleh bank.
Peran ini memastikan bahwa program KUR berjalan sesuai tujuan, yaitu untuk meratakan akses pembiayaan dan mendukung sektor riil. Setiap tahun, pemerintah terus mengevaluasi dan melakukan penyesuaian pada program KUR untuk menjadikannya lebih efektif dan inklusif bagi seluruh lapisan UMKM di Indonesia.
Jenis-Jenis Kredit Usaha Rakyat

KUR Mikro
KUR Mikro ditujukan untuk UMKM dengan plafon pinjaman maksimal Rp50 juta. Jenis KUR ini sangat populer di kalangan pelaku usaha mikro, seperti pedagang kecil, pengusaha rumahan, atau petani skala kecil. Jangka waktu pinjaman untuk modal kerja biasanya maksimal 3 tahun, sedangkan untuk investasi bisa sampai 5 tahun.
Salah satu keunggulan KUR Mikro adalah persyaratan yang relatif ringan dan seringkali tanpa agunan tambahan. Hal ini memungkinkan UMKM dengan aset terbatas pun dapat mengakses pembiayaan. Contohnya, seorang pemilik warung kelontong yang membutuhkan tambahan modal untuk stok barang dapat mengajukan KUR Mikro.
KUR Kecil
KUR Kecil diperuntukkan bagi UMKM yang membutuhkan plafon pinjaman lebih besar, yaitu di atas Rp50 juta hingga maksimal Rp500 juta. Jenis KUR ini cocok untuk usaha yang sudah memiliki skala menengah dan membutuhkan modal lebih besar untuk ekspansi, pembelian mesin, atau perluasan area usaha.
Sama seperti KUR Mikro, jangka waktu pinjaman untuk modal kerja maksimal 4 tahun dan untuk investasi maksimal 5 tahun. Meskipun plafonnya lebih besar, suku bunga yang ditawarkan tetap kompetitif. UMKM yang bergerak di sektor manufaktur kecil atau jasa profesional sering memanfaatkan KUR Kecil untuk pengembangan bisnis mereka.
KUR Khusus
KUR Khusus adalah jenis KUR yang disalurkan kepada kelompok usaha yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster dengan menggunakan mitra usaha. Contoh klaster ini bisa berupa kelompok petani, peternak, atau nelayan. Plafon pinjaman untuk KUR Khusus ini bisa mencapai Rp500 juta.
Keunikan KUR Khusus adalah pendekatannya yang kolaboratif, di mana bank bekerja sama dengan mitra usaha (misalnya perusahaan inti atau koperasi) untuk menyalurkan dan membina kelompok UMKM tersebut. Ini membantu memastikan efektivitas penggunaan dana dan keberlanjutan usaha kelompok.
KUR Super Mikro
Diperkenalkan untuk menjangkau usaha-usaha ultra mikro, KUR Super Mikro memiliki plafon pinjaman maksimal Rp10 juta. Jenis KUR ini sangat ideal untuk usaha-usaha sangat kecil yang baru merintis atau membutuhkan modal sangat minim untuk memulai atau mempertahankan usahanya.
Persyaratan untuk KUR Super Mikro biasanya paling sederhana, bahkan mungkin hanya memerlukan KTP dan surat keterangan usaha dari desa/kelurahan. Ini adalah langkah pemerintah untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewatkan dari akses pembiayaan.
KUR Penempatan TKI
KUR Penempatan TKI ditujukan khusus untuk membiayai calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri. Plafon pinjaman maksimal adalah Rp25 juta atau sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Dana ini dapat digunakan untuk membiayai keberangkatan, seperti pelatihan, tiket pesawat, dan pengurusan dokumen. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi TKI dari jeratan rentenir atau biaya keberangkatan yang terlalu tinggi, sehingga mereka bisa berangkat dengan persiapan yang lebih baik dan aman.
Syarat Umum Pengajuan KUR
Syarat untuk Individu/Perorangan
Untuk mengajukan KUR sebagai individu, ada beberapa syarat umum yang perlu dipenuhi. Pertama, Anda harus Warga Negara Indonesia (WNI) yang cakap hukum. Kedua, memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal 6 bulan (untuk KUR Mikro/Kecil, bisa kurang untuk Super Mikro).
Ketiga, tidak sedang menerima kredit/pembiayaan dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit. Keempat, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa/kelurahan. Kelima, usia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Beberapa bank mungkin memiliki kriteria tambahan, jadi penting untuk selalu memeriksa persyaratan spesifik bank yang Anda tuju.
Syarat untuk Badan Usaha
Jika Anda mengajukan KUR atas nama badan usaha seperti CV, PT, atau Koperasi, persyaratan akan sedikit berbeda. Badan usaha harus memiliki legalitas usaha yang lengkap, seperti Akta Pendirian, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan usaha.
Selain itu, badan usaha juga harus aktif beroperasi minimal 6 bulan dan memiliki laporan keuangan yang rapi. Direktur atau pengurus badan usaha juga akan dipertimbangkan kelayakan kreditnya. Pastikan semua dokumen legalitas dan keuangan perusahaan Anda tertata rapi sebelum mengajukan.
Dokumen-dokumen Pendukung
Terlepas dari apakah Anda mengajukan sebagai individu atau badan usaha, ada sejumlah dokumen pendukung yang selalu dibutuhkan. Ini meliputi:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan suami/istri (jika sudah menikah)
- Kartu Keluarga (KK)
- Surat Nikah/Cerai (jika ada)
- Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/desa
- NPWP (untuk plafon di atas Rp50 juta)
- Laporan keuangan sederhana (neraca dan laba rugi)
- Surat izin usaha lainnya (jika relevan, seperti izin PIRT untuk makanan)
- Dokumen jaminan/agunan (jika diperlukan untuk KUR Kecil atau Khusus)
Menyiapkan semua dokumen ini dengan lengkap dan rapi akan mempercepat proses verifikasi oleh bank.
Proses Pengajuan KUR Langkah demi Langkah

Persiapan Dokumen
Langkah pertama dan paling krusial adalah mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan. Buat daftar periksa dan pastikan tidak ada satu pun dokumen yang terlewat. Dokumen yang tidak lengkap atau tidak valid dapat menghambat proses pengajuan Anda. Pastikan fotokopi jelas dan semua data sesuai dengan dokumen asli.
Jika Anda memiliki proposal usaha, ini adalah saat yang tepat untuk menyempurnakannya. Proposal yang baik akan memberikan gambaran jelas kepada bank tentang potensi usaha Anda dan bagaimana Anda akan menggunakan dana KUR.
Memilih Bank Penyalur
Ada banyak bank yang menjadi penyalur KUR, seperti BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan bank daerah. Setiap bank mungkin memiliki sedikit perbedaan dalam proses dan fokus penyaluran. Pilihlah bank yang paling dekat dengan lokasi usaha Anda atau yang memiliki rekam jejak baik dalam melayani UMKM.
Anda bisa mengunjungi beberapa bank untuk membandingkan persyaratan spesifik, suku bunga, dan layanan yang ditawarkan. Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas bank mengenai detail program KUR yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha Anda.
Mengajukan Permohonan
Setelah dokumen lengkap dan bank pilihan sudah ditentukan, Anda bisa langsung mengajukan permohonan. Kunjungi kantor cabang bank yang bersangkutan dan temui bagian kredit UMKM atau mikro. Anda akan diminta mengisi formulir aplikasi dan menyerahkan semua dokumen yang telah disiapkan.
Jelaskan secara singkat dan jelas mengenai usaha Anda serta tujuan penggunaan dana KUR. Petugas bank akan memverifikasi kelengkapan dokumen dan memberikan informasi mengenai langkah selanjutnya.
Proses Survei dan Analisis
Setelah permohonan diajukan, pihak bank akan melakukan survei ke lokasi usaha Anda. Survei ini bertujuan untuk memverifikasi keberadaan usaha, aktivitasnya, dan potensi perkembangannya. Mereka juga akan menganalisis kelayakan usaha Anda, termasuk proyeksi keuangan dan kemampuan Anda dalam membayar cicilan.
Pada tahap ini, bersikaplah kooperatif dan berikan informasi yang akurat. Kejujuran adalah kunci. Proses analisis ini bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada jenis KUR dan kebijakan bank.
Pencairan Dana
Jika permohonan Anda disetujui, bank akan menghubungi Anda untuk proses penandatanganan perjanjian kredit. Pastikan Anda membaca dan memahami semua klausul dalam perjanjian tersebut, termasuk besaran pinjaman, suku bunga, jangka waktu, dan jadwal pembayaran angsuran.
Setelah perjanjian ditandatangani, dana KUR akan dicairkan ke rekening Anda. Gunakan dana tersebut sesuai dengan rencana yang telah Anda sampaikan kepada bank. Ini adalah momen penting untuk memulai atau mengembangkan usaha Anda dengan modal baru.
Bank Penyalur KUR Terkemuka

KUR BRI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu penyalur KUR terbesar dan paling berpengalaman di Indonesia. BRI memiliki jaringan kantor cabang yang luas hingga ke pelosok daerah, membuatnya sangat mudah diakses oleh UMKM. BRI dikenal memiliki berbagai jenis KUR, mulai dari Super Mikro, Mikro, hingga Kecil.
Proses pengajuan di BRI relatif cepat, terutama untuk KUR Mikro, dan mereka memiliki fokus kuat pada sektor pertanian, perikanan, dan industri rumahan. Banyak pelaku UMKM di pedesaan berhasil mengembangkan usahanya berkat dukungan KUR dari BRI.
KUR Mandiri
Bank Mandiri juga merupakan salah satu bank BUMN yang aktif menyalurkan KUR. Mandiri menawarkan KUR Mikro, Kecil, dan juga KUR khusus untuk sektor-sektor tertentu. Bank Mandiri sering menjadi pilihan bagi UMKM yang sudah memiliki skala menengah dan membutuhkan plafon pinjaman yang lebih besar.
Dengan layanan digital yang kuat, Bank Mandiri juga memudahkan nasabah untuk mengakses informasi dan mengajukan permohonan. Mereka memiliki komitmen untuk mendukung UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
KUR BNI
Bank Negara Indonesia (BNI) turut serta dalam program KUR dengan menyalurkan KUR Mikro dan Kecil. BNI memiliki fokus pada UMKM yang berorientasi ekspor atau yang bergerak di sektor industri kreatif.
BNI juga menawarkan pendampingan dan pelatihan bagi UMKM nasabahnya, tidak hanya sebatas penyaluran modal. Ini menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas dan daya saing produk atau jasa mereka.
Bank Lainnya
Selain ketiga bank besar di atas, banyak bank lain yang juga menjadi penyalur KUR. Ini termasuk Bank BTN, yang sering fokus pada sektor perumahan dan konstruksi, serta bank-bank pembangunan daerah (BPD) seperti Bank Jatim, Bank Jateng, Bank BJB, dan lain-lain.
Bank-bank daerah ini memiliki keunggulan dalam memahami karakteristik dan kebutuhan UMKM di wilayah masing-masing. Mereka seringkali lebih fleksibel dan memiliki pendekatan personal dalam melayani nasabah UMKM lokal.
Tips Sukses Agar Pengajuan KUR Diterima

Pahami Kriteria Kelayakan
Sebelum mengajukan, luangkan waktu untuk memahami secara detail kriteria kelayakan yang ditetapkan oleh pemerintah dan bank penyalur. Setiap jenis KUR memiliki batasan plafon, jangka waktu, dan terkadang sektor usaha prioritas.
Pastikan usaha Anda memenuhi semua persyaratan dasar, seperti masa usaha, legalitas, dan tidak sedang menerima pinjaman produktif lain. Memahami kriteria ini akan membantu Anda menentukan jenis KUR yang tepat dan meningkatkan peluang persetujuan.
Siapkan Proposal Usaha yang Solid
Meskipun tidak selalu diwajibkan, memiliki proposal usaha yang solid akan sangat membantu. Proposal ini harus menjelaskan secara rinci tentang usaha Anda, produk/jasa yang ditawarkan, target pasar, strategi pemasaran, proyeksi keuangan, dan bagaimana dana KUR akan digunakan.
Proposal yang baik menunjukkan bahwa Anda memiliki perencanaan yang matang dan serius dalam mengembangkan usaha. Ini akan memberikan keyakinan kepada pihak bank bahwa dana yang disalurkan akan digunakan secara efektif dan produktif.
Jaga Riwayat Kredit yang Baik
Riwayat kredit Anda sangat penting. Jika Anda pernah memiliki pinjaman sebelumnya (baik konsumtif maupun produktif), pastikan Anda selalu membayar cicilan tepat waktu. Bank akan memeriksa Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK OJK) Anda.
Riwayat kredit yang bersih menunjukkan bahwa Anda adalah peminjam yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Sebaliknya, riwayat kredit yang buruk bisa menjadi penghalang utama, bahkan jika usaha Anda sangat menjanjikan.
Manfaatkan Konsultasi dengan Bank
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan petugas bank sebelum mengajukan permohonan. Sampaikan kondisi usaha Anda, kebutuhan modal, dan pertanyaan-pertanyaan yang Anda miliki. Petugas bank dapat memberikan saran berharga mengenai jenis KUR yang paling sesuai, dokumen yang perlu disiapkan, dan tips agar pengajuan Anda berjalan lancar.
Konsultasi ini juga membantu Anda membangun hubungan awal dengan bank, yang bisa bermanfaat di kemudian hari. Mereka adalah sumber informasi terbaik untuk program KUR.
Contoh Kasus dan Studi Keberhasilan KUR
Kisah Sukses Petani dengan KUR Mikro
Pak Budi, seorang petani sayuran di Jawa Barat, awalnya kesulitan mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal untuk membeli bibit unggul dan pupuk berkualitas. Dengan modal KUR Mikro sebesar Rp25 juta dari BRI, Pak Budi mampu memperluas lahan garapan dan menerapkan teknik pertanian modern.
Dalam dua tahun, omzet usahanya meningkat drastis, dari hanya Rp5 juta menjadi Rp15 juta per bulan. Ia bahkan berhasil mempekerjakan beberapa tetangganya, menciptakan lapangan kerja di desanya. Kisah Pak Budi adalah contoh nyata bagaimana KUR Mikro dapat mengubah hidup dan memberdayakan ekonomi pedesaan.
Pengembangan Usaha Kuliner Berkat KUR Kecil
Ibu Siti memiliki usaha katering rumahan yang cukup populer di kotanya. Namun, ia ingin memperluas kapasitas produksi dan membuka toko fisik. Dengan plafon KUR Kecil sebesar Rp150 juta dari Bank Mandiri, Ibu Siti berhasil menyewa lokasi strategis, membeli peralatan dapur yang lebih modern, dan merekrut beberapa koki tambahan.
Dalam setahun, usaha kateringnya berkembang pesat menjadi restoran kecil yang ramai pengunjung. Ia mampu melunasi cicilan KUR tepat waktu dan kini berencana untuk membuka cabang kedua. Ini menunjukkan bahwa KUR Kecil dapat menjadi katalisator bagi UMKM untuk naik kelas dan mencapai potensi penuhnya.
Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan Setelah Mendapatkan KUR

Manajemen Keuangan yang Baik
Setelah dana KUR cair, sangat penting untuk menerapkan manajemen keuangan yang disiplin. Pisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran secara teratur. Gunakan dana KUR sesuai dengan rencana yang telah Anda ajukan kepada bank.
Manajemen keuangan yang baik akan membantu Anda memantau kesehatan finansial usaha, memastikan dana digunakan secara efisien, dan mempersiapkan pembayaran angsuran tepat waktu. Anda bisa menggunakan aplikasi sederhana atau buku kas manual untuk pencatatan.
Pemanfaatan Dana Sesuai Peruntukan
Salah satu kesalahan umum adalah menggunakan dana KUR tidak sesuai peruntukan. Jika Anda mengajukan KUR untuk modal kerja, gunakanlah untuk membeli bahan baku, stok barang, atau membayar gaji karyawan. Jika untuk investasi, gunakan untuk membeli aset produktif seperti mesin atau bangunan.
Penyalahgunaan dana tidak hanya dapat menimbulkan masalah dengan bank, tetapi juga akan menghambat pertumbuhan usaha Anda sendiri. Kepatuhan pada rencana awal adalah kunci keberhasilan.
Disiplin dalam Pembayaran Angsuran
Kedisiplinan dalam membayar angsuran adalah tanggung jawab utama Anda sebagai peminjam. Jadwalkan pembayaran angsuran setiap bulan dan pastikan dana tersedia di rekening Anda. Keterlambatan pembayaran dapat mengakibatkan denda dan merusak riwayat kredit Anda di SLIK OJK.
Riwayat kredit yang buruk akan menyulitkan Anda untuk mendapatkan pinjaman di masa depan, baik dari bank maupun lembaga keuangan lainnya. Dengan membayar tepat waktu, Anda tidak hanya menjaga reputasi, tetapi juga membuka peluang untuk pinjaman dengan plafon lebih besar di kemudian hari.
Kesimpulan
Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program yang sangat berharga bagi pelaku UMKM di Indonesia. Dengan suku bunga rendah dan persyaratan yang fleksibel, KUR membuka pintu akses pembiayaan yang sebelumnya sulit dijangkau. Memahami jenis-jenis KUR, syarat pengajuan, dan prosesnya adalah langkah awal untuk memanfaatkan program ini secara maksimal.
Kunci keberhasilan dalam mengajukan dan mengelola KUR terletak pada persiapan yang matang, kejujuran dalam memberikan informasi, serta kedisiplinan dalam manajemen keuangan dan pembayaran angsuran. Dengan strategi yang tepat, KUR dapat menjadi modal pendorong yang signifikan untuk pertumbuhan dan keberlanjutan usaha Anda.
Jangan biarkan keterbatasan modal menghalangi impian Anda. Segera pelajari lebih lanjut dan ajukan KUR ke bank penyalur terdekat untuk membawa usaha Anda ke level berikutnya di tahun 2026 ini!
FAQ
Perbedaan utama terletak pada plafon pinjaman. KUR Mikro memiliki plafon maksimal Rp50 juta, sedangkan KUR Kecil memiliki plafon di atas Rp50 juta hingga maksimal Rp500 juta. Persyaratan agunan untuk KUR Kecil mungkin lebih ketat dibandingkan KUR Mikro.
Untuk KUR Mikro dan Kecil, usaha biasanya harus sudah berjalan minimal 6 bulan. Namun, untuk KUR Super Mikro yang plafonnya maksimal Rp10 juta, usaha baru atau yang baru akan dimulai seringkali bisa mengajukan, asalkan memiliki surat keterangan usaha dari desa/kelurahan.
Proses pengajuan KUR bervariasi tergantung jenis KUR, kelengkapan dokumen, dan kebijakan bank. Umumnya, bisa memakan waktu antara 7 hari kerja hingga 3 minggu sejak dokumen lengkap diserahkan hingga pencairan dana.
Untuk KUR Mikro dan Super Mikro, umumnya tidak diperlukan agunan tambahan, melainkan agunan pokok berupa usaha itu sendiri. Namun, untuk KUR Kecil dan KUR Khusus, bank mungkin meminta agunan tambahan sesuai dengan kebijakan dan plafon pinjaman yang diajukan.
Jika pengajuan KUR Anda ditolak, mintalah penjelasan dari bank mengenai alasannya. Penyebab umum penolakan adalah dokumen tidak lengkap, riwayat kredit buruk, atau usaha dinilai belum layak. Perbaiki kekurangan tersebut dan coba ajukan kembali di kemudian hari, atau pertimbangkan untuk mengajukan ke bank lain.







