APJASI Luncurkan Standar Kompetensi Satuan Pengamanan, Tekankan Profesionalisme dan Adaptasi Terhadap Ancaman Modern
Asosiasi Pengguna Jasa Sekuriti Indonesia (APJASI) telah secara resmi meluncurkan Standar Kompetensi Spesialisasi Satuan Pengamanan (Satpam), sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk meningkatkan profesionalisme dan kapabilitas satuan pengamanan dalam menghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks dan dinamis. Peluncuran ini menandai tonggak penting dalam evolusi industri keamanan swasta di Indonesia, yang mengakui bahwa keahlian teknis dasar saja tidak lagi memadai untuk melindungi dunia usaha dan masyarakat dari risiko-risiko kontemporer.
Ketua Umum APJASI, Leonard Abdul Aziz, menegaskan bahwa standar kompetensi baru ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak untuk membekali satpam dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan perkembangan ancaman. "Mereka harus memiliki spesialisasi dan kompetensi sesuai perkembangan ancaman, mulai dari serangan siber, gangguan sosial, hingga kerentanan rantai pasok," ujarnya dalam siaran pers. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa peran satpam modern telah berkembang jauh melampaui tugas-tugas keamanan tradisional, dan kini mencakup pemahaman tentang risiko-risiko digital, sosial, dan ekonomi yang dapat mengancam keamanan dan kelangsungan bisnis.
Also Read
Kehadiran standar kompetensi ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kokoh untuk meningkatkan kapasitas satpam secara berkelanjutan. Dengan adanya standar yang jelas dan terukur, pelatihan dan pengembangan profesional satpam dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif. Hal ini akan memastikan bahwa satpam memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan merespons berbagai jenis ancaman dengan cepat dan tepat. Selain itu, standar kompetensi ini juga akan memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi dunia usaha dan masyarakat luas, karena mereka dapat mengandalkan satpam yang terlatih dan kompeten untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Peluncuran Standar Kompetensi Spesialisasi Satpam ini mendapatkan dukungan penuh dari Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri dan Astra, yang menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme industri keamanan swasta di Indonesia. Acara peluncuran diadakan di forum Indonesia Security Summit 2025, yang berlangsung di Menara Astra, Jakarta, pada tanggal 25-26 Agustus. Forum ini menjadi platform yang ideal untuk memperkenalkan standar kompetensi baru kepada para pemangku kepentingan utama di industri keamanan, termasuk pelaku usaha, perusahaan jasa keamanan swasta, kementerian teknis, kepolisian, akademisi, dan masyarakat umum.
Standar baru ini dirancang sebagai pedoman nasional yang komprehensif untuk meningkatkan profesionalisme satpam di seluruh Indonesia. Standar ini mencakup berbagai aspek penting, seperti pengetahuan tentang hukum dan peraturan terkait keamanan, keterampilan komunikasi dan interpersonal, kemampuan untuk mengoperasikan peralatan keamanan modern, serta pemahaman tentang risiko-risiko keamanan yang relevan dengan berbagai jenis lingkungan kerja. Selain itu, standar ini juga menekankan pentingnya etika profesional dan tanggung jawab sosial bagi satpam.
Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Edy Murbowo, menyampaikan bahwa peluncuran standar kompetensi ini merupakan langkah penting dalam membangun sistem keamanan nasional yang lebih adaptif dan profesional. "Kami di Baharkam Polri melihat kolaborasi dengan APJASI dan dunia usaha sebagai bentuk sinergi nyata untuk memastikan satuan pengamanan memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menghadapi ancaman yang berkembang saat ini," jelasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kerjasama antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Indonesia Security Summit 2025 menjadi ajang pertemuan strategis bagi lebih dari 575 peserta yang memiliki kepentingan dalam bidang keamanan. Forum ini menghadirkan berbagai sesi seminar dan panel diskusi yang membahas isu-isu terkini dalam mitigasi ancaman, serta menampilkan inovasi teknologi keamanan terbaru. Para peserta dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks dan dinamis.
Para narasumber yang ahli di bidangnya membedah tema-tema besar seperti urgensi keamanan dalam menjamin keberlangsungan usaha, pengelolaan ketidakpastian iklim investasi, serta penguatan rantai pasok nasional. Diskusi-diskusi ini memberikan wawasan yang berharga bagi para pelaku usaha dalam memahami risiko-risiko keamanan yang dapat mempengaruhi operasi mereka, serta mengembangkan strategi mitigasi yang efektif. Selain itu, forum ini juga memberikan kesempatan bagi para perusahaan teknologi keamanan untuk memperkenalkan produk dan layanan terbaru mereka kepada para pengguna potensial.
Peluncuran Standar Kompetensi Spesialisasi Satpam oleh APJASI merupakan langkah yang signifikan dalam meningkatkan profesionalisme dan kapabilitas satuan pengamanan di Indonesia. Dengan adanya standar yang jelas dan terukur, pelatihan dan pengembangan profesional satpam dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif. Hal ini akan memastikan bahwa satpam memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan merespons berbagai jenis ancaman dengan cepat dan tepat.
Standar kompetensi ini juga mencakup pemahaman tentang serangan siber, yang menjadi ancaman yang semakin meningkat bagi bisnis dan organisasi di seluruh dunia. Satpam perlu dilatih untuk mengenali tanda-tanda serangan siber, seperti upaya phishing atau malware, dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi sistem dan data. Selain itu, mereka juga perlu memahami pentingnya keamanan fisik dalam mencegah akses tidak sah ke infrastruktur TI.
Gangguan sosial juga menjadi perhatian utama dalam standar kompetensi ini. Satpam perlu dilatih untuk mengelola kerumunan, meredakan konflik, dan berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam situasi darurat. Mereka juga perlu memahami pentingnya komunikasi yang efektif dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan mencegah eskalasi masalah.
Kerentanan rantai pasok juga menjadi fokus penting dalam standar kompetensi ini. Satpam perlu dilatih untuk mengidentifikasi dan mencegah risiko-risiko keamanan yang dapat mempengaruhi rantai pasok, seperti pencurian, sabotase, atau terorisme. Mereka juga perlu memahami pentingnya bekerja sama dengan pemasok dan mitra lainnya untuk memastikan keamanan seluruh rantai pasok.
Dengan adanya Standar Kompetensi Spesialisasi Satpam, APJASI berharap dapat meningkatkan kualitas dan profesionalisme industri keamanan swasta di Indonesia, serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi dunia usaha dan masyarakat luas. Standar ini akan menjadi landasan yang kokoh untuk membangun sistem keamanan nasional yang lebih adaptif, profesional, dan responsif terhadap ancaman-ancaman modern. Selain itu, inisiatif ini juga akan membantu menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan para pekerja di industri keamanan swasta.

















