NGANJUK, SJP – Suasana lebaran seharusnya menjadi momentum riang gembira bersama keluarga dan sanak famili. Namun tidak bagi Paeran (70). Duda renta asal Desa Banggle , Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk itu sendirian merenungi Lebaran 2025.
Jangankan untuk membeli baju baru, rumahnya yang berdinding papan saja bolong tidak mampu dia benahi. Bahkan saat hujan, gubuk itu tak ubahnya kardus terciprat air. Tahun ini, dia kembali merayakan Hari Raya Idulfitri tanpa kehadiran orang terkasih.
Mbah Paeran telah menduda selama 4 tahun. Selama 4 tahun terakhir, dia hidup sebatang kara. Sejak saat itu, dia kehilangan arah. Dia makan seadanya. Istri tercintanya terpaksa harus lebih dulu menghadap ilahi setelah puluhan tahun membersamainya.