Kecerdasan Buatan untuk Masa Depan: UNM akan Gelar Konferensi Internasional ICITRI 2025
Universitas Nusa Mandiri (UNM), sebagai institusi yang berfokus pada pengembangan pendidikan digital dan bisnis, akan kembali menyelenggarakan konferensi internasional bergengsi, yaitu International Conference on Information Technology Research and Innovation (ICITRI) 2025. Ajang ilmiah ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 11 hingga 12 September 2025. ICITRI ke-4 ini mengusung tema sentral yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini dan dampaknya terhadap masa depan, yaitu "Harnessing Intelligent Machines for Sustainable Development: Aligning AI with the SDGs". Tema ini menyoroti peran krusial kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Konferensi ICITRI 2025 akan diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan format tatap muka (offline) dan daring (online). Peserta dapat mengikuti rangkaian acara secara langsung di Kampus Margonda UNM atau melalui platform virtual Zoom Meeting. Dengan format hybrid ini, UNM berupaya menjangkau peserta yang lebih luas, baik dari dalam maupun luar negeri, serta memberikan fleksibilitas bagi para peserta untuk memilih format yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.
Also Read
ICITRI 2025 akan menghadirkan tiga pembicara utama (keynote speaker) yang merupakan pakar terkemuka di bidangnya masing-masing. Kehadiran para ahli ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam dan inspiratif bagi para peserta konferensi. Para pembicara utama tersebut adalah:
-
Prof. Dr. Hajime Nobuhara dari University of Tsukuba, Jepang. Prof. Nobuhara merupakan seorang ahli di bidang AI dan machine learning dengan pengalaman riset yang luas. Beliau akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya mengenai aplikasi AI dalam berbagai bidang, termasuk pembangunan berkelanjutan.
-
Prof. Christophoros Nikou dari Ioannina University, Yunani. Prof. Nikou adalah seorang pakar di bidang computer vision dan image processing. Beliau akan membahas bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah lingkungan dan sosial yang kompleks.
-
Prof. Dr. Hilman F. Pardede dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia. Prof. Hilman merupakan seorang peneliti senior di bidang AI dan big data. Beliau akan memberikan perspektif Indonesia mengenai pemanfaatan AI untuk pembangunan berkelanjutan, serta tantangan dan peluang yang dihadapi.
Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNM, Andi Saryoko, kehadiran para pakar internasional ini diharapkan dapat mendorong diskusi yang mendalam dan konstruktif tentang pemanfaatan AI untuk pembangunan berkelanjutan. "Kami berharap ICITRI 2025 menjadi platform kolaborasi yang efektif bagi akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi dalam bidang AI guna mencapai SDGs," ujar Andi dalam keterangan rilis yang diterima.
Konferensi ICITRI 2025 terbuka untuk umum, namun dengan kuota peserta yang terbatas. Bagi para peminat yang ingin berpartisipasi, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://bit.ly/AttendanceICITRI2025 hingga tanggal 30 Agustus 2025. Biaya partisipasi untuk non-pemakalah adalah Rp 100 ribu untuk peserta online dan Rp 250 ribu untuk peserta offline.
Andi Saryoko menambahkan bahwa konferensi ini merupakan wujud komitmen UNM dalam mendorong perkembangan teknologi yang berdampak positif bagi masyarakat. "Dengan menggabungkan pemaparan dari para ahli dan sesi diskusi interaktif, diharapkan konferensi ini menghasilkan rekomendasi dan strategi konkret dalam memanfaatkan AI untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan," tuturnya.
ICITRI 2025 merupakan sebuah inisiatif penting yang menunjukkan keseriusan UNM dalam mendukung pengembangan AI dan pemanfaatannya untuk kemajuan bangsa dan negara. Konferensi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bertukar ide, berbagi pengalaman, dan menjalin kolaborasi dalam bidang AI.
Mengapa ICITRI 2025 Penting?
ICITRI 2025 memiliki signifikansi yang besar karena beberapa alasan:
-
Relevansi Tema: Tema konferensi, "Harnessing Intelligent Machines for Sustainable Development: Aligning AI with the SDGs", sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Pembangunan berkelanjutan menjadi agenda utama bagi banyak negara di dunia, dan AI memiliki potensi besar untuk membantu mencapai tujuan-tujuan tersebut.
-
Peningkatan Kesadaran: Konferensi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi AI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan menghadirkan para ahli dan praktisi di bidang AI, ICITRI 2025 dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan, sosial, dan ekonomi.
-
Kolaborasi dan Pertukaran Pengetahuan: ICITRI 2025 menyediakan platform bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bertukar ide, berbagi pengalaman, dan menjalin kolaborasi dalam bidang AI. Kolaborasi ini penting untuk mendorong inovasi dan mempercepat pengembangan solusi AI yang efektif untuk pembangunan berkelanjutan.
-
Pengembangan Kapasitas: Konferensi ini dapat membantu mengembangkan kapasitas sumber daya manusia di bidang AI. Dengan mengikuti presentasi, diskusi, dan workshop yang diselenggarakan dalam ICITRI 2025, para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang AI.
-
Dampak Positif bagi Masyarakat: Diharapkan bahwa ICITRI 2025 akan menghasilkan rekomendasi dan strategi konkret dalam memanfaatkan AI untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan. Rekomendasi dan strategi ini dapat diimplementasikan oleh pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Kontribusi AI terhadap SDGs
Kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Berikut adalah beberapa contoh bagaimana AI dapat digunakan untuk mendukung SDGs:
-
SDG 2: Tanpa Kelaparan: AI dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui prediksi cuaca yang akurat, pemantauan kesehatan tanaman, dan optimasi penggunaan pupuk dan air.
-
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera: AI dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit secara dini, mengembangkan obat-obatan baru, dan meningkatkan efisiensi sistem pelayanan kesehatan.
-
SDG 4: Pendidikan Berkualitas: AI dapat digunakan untuk menyediakan pembelajaran yang personalisasi, mengembangkan konten pendidikan yang menarik, dan meningkatkan akses terhadap pendidikan bagi semua orang.
-
SDG 5: Kesetaraan Gender: AI dapat digunakan untuk menganalisis data dan mengidentifikasi bias gender dalam berbagai bidang, serta mengembangkan solusi untuk mengatasi ketidaksetaraan gender.
-
SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi: AI dapat digunakan untuk memantau kualitas air, mengoptimalkan penggunaan air, dan mengembangkan teknologi pengolahan air yang efisien.
-
SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau: AI dapat digunakan untuk mengelola jaringan energi yang kompleks, mengoptimalkan penggunaan energi, dan mengembangkan sumber energi terbarukan.
-
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: AI dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
-
SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: AI dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi industri, mendorong inovasi, dan membangun infrastruktur yang berkelanjutan.
-
SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan: AI dapat digunakan untuk mengelola lalu lintas, mengoptimalkan penggunaan energi, dan meningkatkan kualitas hidup di perkotaan.
-
SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab: AI dapat digunakan untuk mengoptimalkan rantai pasokan, mengurangi limbah, dan mendorong konsumsi yang berkelanjutan.
-
SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim: AI dapat digunakan untuk memprediksi perubahan iklim, mengembangkan solusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, dan membantu masyarakat beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
-
SDG 14: Kehidupan di Bawah Air: AI dapat digunakan untuk memantau kesehatan ekosistem laut, mengelola perikanan yang berkelanjutan, dan mengurangi polusi laut.
-
SDG 15: Kehidupan di Darat: AI dapat digunakan untuk memantau deforestasi, mengelola keanekaragaman hayati, dan mencegah kebakaran hutan.
-
SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat: AI dapat digunakan untuk menganalisis data kejahatan, meningkatkan efisiensi sistem peradilan, dan mencegah korupsi.
-
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: AI dapat digunakan untuk memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran informasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan berkelanjutan.
Kesimpulan
ICITRI 2025 merupakan sebuah konferensi internasional yang penting dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini dan dampaknya terhadap masa depan. Konferensi ini diharapkan dapat menjadi platform kolaborasi yang efektif bagi akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi dalam bidang AI guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dengan menghadirkan para pakar terkemuka di bidang AI dan mengusung tema yang sangat relevan, ICITRI 2025 diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan AI dan pemanfaatannya untuk kemajuan bangsa dan negara. Universitas Nusa Mandiri (UNM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan teknologi yang berdampak positif bagi masyarakat melalui penyelenggaraan konferensi internasional ini. Partisipasi aktif dari berbagai pihak diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan strategi konkret dalam memanfaatkan AI untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

















