Kenang Arif Budimanta, Prof Didik: Almarhum Sosok Intelektual Produktif-Penggerak Pemikiran
Dunia akademis, politik, dan ekonomi Indonesia berduka atas wafatnya Dr. Arif Budimanta, seorang tokoh intelektual, ekonom, dan politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kabar duka ini menyebar dengan cepat pada Sabtu, 6 September 2025, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kolega, dan seluruh masyarakat yang mengenalnya. Arif Budimanta dikenal sebagai sosok yang produktif dalam menghasilkan pemikiran-pemikiran kritis dan konstruktif, serta aktif dalam menggerakkan diskusi publik yang berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan.
Salah satu tokoh yang menyampaikan belasungkawa mendalam adalah Prof. Didik J. Rachbini, Rektor Universitas Paramadina dan juga kakak kelas Arif Budimanta di Institut Pertanian Bogor (IPB, kini IPB University). Prof. Didik mengungkapkan bahwa kepergian Arif Budimanta di usia yang relatif muda merupakan kehilangan besar bagi bangsa. Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya untuk mengenang jejak perjuangan dan pemikiran almarhum sebagai hikmah dan pelajaran hidup bagi generasi penerus.
Also Read
"Kepergiannya terlalu cepat karena masih muda usia. Tetapi, takdir tidak bisa kita tolak sehingga kita ikhlas melepas kepergiannya," ujar Prof. Didik J. Rachbini dalam pernyataan tertulisnya. Pernyataan ini mencerminkan kesedihan yang mendalam atas kepergian sosok yang dihormati dan dikagumi.
Prof. Didik J. Rachbini menggambarkan Arif Budimanta sebagai seorang intelektual yang mendedikasikan dirinya untuk pengembangan pemikiran ekonomi politik dan kebijakan publik. Selama hidupnya, Arif Budimanta aktif menulis buku dan artikel di berbagai media massa, membahas isu-isu penting seperti ketimpangan sosial, pengembangan UMKM, investasi, dan keberlanjutan ekonomi. Kontribusinya dalam dunia pemikiran sangat signifikan, memberikan perspektif baru dan solusi alternatif terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa.
Salah satu karya monumental Arif Budimanta adalah buku berjudul "Pancasilanomics: Ekonomi Pancasila dalam Gerak" (2019). Dalam buku ini, Arif Budimanta menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam membangun sistem ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Ia meyakini bahwa ekonomi Pancasila dapat menjadi solusi untuk mengatasi ketimpangan dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain itu, Arif Budimanta juga menulis buku berjudul "Arsitektur Ekonomi Indonesia," yang mengkritisi arah pembangunan nasional yang dianggap terlalu liberal. Dalam buku ini, ia mengusulkan desain ekonomi yang berbasis pada Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan peran negara dalam mengelola sumber daya alam dan memastikan kesejahteraan rakyat. Pemikiran-pemikiran Arif Budimanta dalam buku ini sangat relevan dalam konteks pembangunan ekonomi Indonesia saat ini, di mana isu ketimpangan dan keberlanjutan menjadi perhatian utama.
Karier politik Arif Budimanta dimulai melalui PDIP, di mana ia sempat menjadi anggota DPR RI periode 2009–2014. Selama menjabat sebagai anggota DPR, Arif Budimanta dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan kepentingan rakyat. Bersama dengan rekan-rekan lintas fraksi, ia mendorong gerakan sunyi untuk menghidupkan ekonomi konstitusi, yaitu ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
Prof. Didik J. Rachbini mengenang salah satu gagasan Arif Budimanta yang sangat penting, yaitu memasukkan indikator kesejahteraan rakyat ke dalam penyusunan APBN. Arif Budimanta berpendapat bahwa APBN seharusnya tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. Gagasan ini sangat relevan dalam konteks pembangunan Indonesia, di mana pertumbuhan ekonomi seringkali tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Arif Budimanta juga dikenal sebagai penggagas Pancasilanomics, sebuah konsep ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Ia aktif mendorong diskusi publik mengenai Pancasilanomics, dengan harapan dapat menginspirasi generasi muda untuk membangun ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pemikiran-pemikiran Arif Budimanta mengenai Pancasilanomics telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan ilmu ekonomi di Indonesia.
Selain aktif dalam dunia politik dan pemikiran, Arif Budimanta juga turut berperan dalam dunia pendidikan. Ia tercatat sebagai pengurus Yayasan Wakaf Paramadina, yang menaungi Universitas Paramadina. Sebagai seorang intelektual dan akademisi, Arif Budimanta sangat aktif dalam diskursus publik dan memberikan kritik terhadap kebijakan publik dan ekonomi politik secara luas. Kontribusinya dalam dunia pendidikan sangat berharga, terutama dalam membentuk karakter dan pemikiran mahasiswa.
Kepergian Arif Budimanta merupakan kehilangan besar bagi dunia akademis, politik, dan ekonomi Indonesia. Namun, jejak pemikiran dan perjuangannya akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Arif Budimanta adalah sosok intelektual yang produktif, penggerak pemikiran, dan pejuang keadilan. Kontribusinya bagi bangsa dan negara akan selalu dihargai dan dikenang.
Untuk mengenang jasa-jasa Arif Budimanta, berbagai pihak telah menyampaikan ucapan belasungkawa dan penghargaan. Pemerintah, tokoh politik, akademisi, dan masyarakat umum menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergiannya. Berbagai seminar, diskusi, dan acara mengenang Arif Budimanta juga telah diselenggarakan untuk melanjutkan pemikiran-pemikirannya dan menginspirasi generasi muda.
Arif Budimanta adalah contoh seorang intelektual yang tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak. Ia tidak hanya menghasilkan pemikiran-pemikiran kritis dan konstruktif, tetapi juga aktif terlibat dalam dunia politik dan pendidikan untuk mewujudkan cita-citanya. Dedikasinya bagi bangsa dan negara patut diteladani oleh generasi muda.
Kepergian Arif Budimanta mengingatkan kita akan pentingnya peran intelektual dalam membangun bangsa. Intelektual memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran yang kritis dan konstruktif, serta menggerakkan diskusi publik yang berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan. Intelektual juga memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam dunia politik dan pendidikan untuk mewujudkan cita-cita bangsa.
Arif Budimanta telah menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang intelektual dengan baik. Ia telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan bangsa dan negara. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Selamat jalan, Arif Budimanta. Jasa-jasamu akan selalu dikenang.













