Afghanistan Diguncang Gempa Susulan, Korban Jiwa Jadi 2.200 Orang

OlehKabar

Afghanistan Diguncang Gempa Susulan, Korban Jiwa Jadi 2.200 Orang

Serangkaian gempa susulan kembali mengguncang wilayah timur Afghanistan, menambah penderitaan yang dialami oleh masyarakat yang telah dilanda gempa dahsyat sebelumnya. Dalam kurun waktu 12 jam, dua gempa susulan tercatat, meningkatkan kekhawatiran akan potensi bertambahnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang sudah parah. Jumlah korban jiwa akibat gempa-gempa sebelumnya telah mencapai 2.200 orang, dan dengan adanya gempa susulan ini, angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat.

Wilayah yang terdampak gempa merupakan daerah pegunungan yang curam, dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Selain itu, cuaca buruk juga menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat dan relawan yang berusaha memberikan bantuan kepada para korban. Kondisi ini semakin memperlambat proses evakuasi dan penyaluran bantuan, sehingga banyak penyintas yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti makanan, air bersih, tempat tinggal, dan layanan medis.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai lembaga bantuan kemanusiaan telah mengeluarkan peringatan mengenai kondisi kritis yang dihadapi oleh para korban gempa. Mereka memperingatkan bahwa persediaan makanan, obat-obatan, dan tempat penampungan sementara semakin menipis, dan jika tidak segera mendapatkan bantuan, kondisi para korban akan semakin memburuk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah mengumumkan kebutuhan dana sebesar empat juta dolar AS untuk membiayai upaya bantuan medis dan kesehatan bagi para korban gempa.

Afghanistan sendiri merupakan negara yang rentan terhadap bencana alam, dan kondisi ini diperparah oleh konflik berkepanjangan, kemiskinan yang meluas, dan keterbatasan akses terhadap bantuan kemanusiaan. Pemerintah Taliban yang saat ini berkuasa di Afghanistan memperkirakan bahwa dua gempa sebelum gempa susulan telah menewaskan 2.205 orang dan melukai 3.640 lainnya. Jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu dan semakin banyaknya informasi yang diperoleh dari daerah-daerah terpencil yang terdampak gempa.

Pada hari Jumat, 5 September 2025, juru bicara bidang kesehatan setempat, Naqibullah Rahimi, melaporkan bahwa ambulans telah membawa 13 orang terluka setelah gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Provinsi Nangahar pada Kamis malam, 4 September 2025. Episentrum gempa tersebut berada di distrik Shiwa, yang terletak dekat dengan perbatasan Pakistan.

Afghanistan Diguncang Gempa Susulan, Korban Jiwa Jadi 2.200 Orang

Rahimi menambahkan bahwa tujuh orang yang dibawa ke rumah sakit telah mendapatkan perawatan medis, dan tiga di antaranya dalam kondisi stabil. Namun, ia juga mengakui bahwa rincian kerusakan akibat gempa masih dalam proses pendataan, karena gempa terus mengguncang Nangarhar dan ibukota provinsinya, Jalalabad, yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Kabul.

Pusat Penelitian Geosains Jerman juga melaporkan bahwa gempa berkekuatan 5,4 magnitudo dengan kedalaman 10 kilometer juga mengguncang daerah tetangga pada hari Jumat kemarin. Gempa susulan ini semakin memperburuk kondisi masyarakat yang sudah trauma dan ketakutan akibat gempa-gempa sebelumnya.

Sebagian besar warga memilih untuk tetap tinggal di luar ruangan karena sebagian besar rumah di wilayah tersebut dibangun dengan bahan-bahan yang rentan terhadap kerusakan akibat gempa, seperti batu bata kering, batu, dan kayu. Khawatir akan terjadinya gempa susulan, warga distrik Nurgal di Kunar bahkan meninggalkan rumah mereka dan memilih untuk tinggal di tenda-tenda, di dataran tinggi di sekitarnya dekat sungai, atau di tempat terbuka.

Gempa bumi pertama yang berkekuatan 6 magnitudo mengguncang Afghanistan tepat sebelum tengah malam pada hari Ahad, 31 Agustus 2025. Gempa ini merupakan salah satu gempa paling mematikan yang pernah terjadi di Afghanistan, mengakibatkan kerusakan dan kehancuran yang meluas di provinsi Nangarhar dan Kunar. Banyak rumah, bangunan, dan infrastruktur penting lainnya hancur akibat gempa ini, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

Gempa kedua berkekuatan 5,5 magnitudo terjadi pada hari Selasa, 2 September 2025, menyebabkan kepanikan dan mengganggu upaya penyelamatan. Gempa ini memicu longsor dan runtuhnya bebatuan di daerah pegunungan, memutus akses jalan menuju desa-desa di daerah terpencil. Kondisi ini semakin mempersulit tim penyelamat untuk menjangkau para korban dan menyalurkan bantuan.

Dua gempa pertama tersebut telah meratakan desa-desa di kedua provinsi dan menghancurkan lebih dari 6.700 rumah. Banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa tinggal di tenda-tenda atau di tempat penampungan sementara yang tidak memadai. Kondisi ini meningkatkan risiko penyebaran penyakit dan masalah kesehatan lainnya, terutama di kalangan anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Gempa bumi di Afghanistan sebagian besar terjadi di pegunungan Hindu Kush, yang merupakan wilayah seismik aktif tempat bertemunya lempeng tektonik India dan Eurasia. Pergerakan dan interaksi antara kedua lempeng tektonik ini menyebabkan terjadinya gempa bumi yang sering mengguncang wilayah tersebut.

Kondisi geografis Afghanistan yang bergunung-gunung dan infrastruktur yang kurang memadai semakin memperburuk dampak gempa bumi. Banyak desa dan permukiman terletak di daerah terpencil yang sulit dijangkau, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan. Selain itu, sebagian besar rumah dan bangunan di wilayah tersebut dibangun dengan bahan-bahan yang tidak tahan terhadap gempa, sehingga rentan terhadap kerusakan dan kehancuran.

Pemerintah Afghanistan dan lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan terus berupaya untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa. Namun, upaya ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya, akses yang sulit ke daerah-daerah terpencil, dan kondisi keamanan yang tidak stabil.

Masyarakat internasional juga telah memberikan dukungan kepada Afghanistan dalam menghadapi bencana gempa bumi ini. Berbagai negara dan organisasi internasional telah mengirimkan bantuan kemanusiaan, tim penyelamat, dan tenaga medis untuk membantu para korban. Namun, bantuan yang diberikan masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan yang sangat besar dari para korban gempa.

Bencana gempa bumi ini telah memperburuk kondisi kemanusiaan di Afghanistan, yang sudah sangat memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, kemiskinan yang meluas, dan krisis ekonomi. Jutaan orang di Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan, dan bencana gempa bumi ini semakin meningkatkan jumlah orang yang membutuhkan bantuan.

Masyarakat internasional perlu meningkatkan upayanya untuk membantu Afghanistan dalam menghadapi bencana gempa bumi ini dan mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. Bantuan kemanusiaan yang diberikan harus mencakup makanan, air bersih, tempat tinggal, layanan medis, dan dukungan psikososial bagi para korban gempa. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam di masa depan.

Bencana gempa bumi ini merupakan pengingat yang menyakitkan tentang kerentanan Afghanistan terhadap bencana alam dan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana. Pemerintah Afghanistan dan masyarakat internasional perlu bekerja sama untuk membangun sistem yang lebih baik untuk mendeteksi, memperingatkan, dan menanggapi bencana alam, sehingga dapat mengurangi dampak bencana dan melindungi masyarakat yang rentan.

Selain itu, perlu juga dilakukan upaya untuk mengatasi akar penyebab kerentanan Afghanistan terhadap bencana alam, seperti kemiskinan, kurangnya akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, dan degradasi lingkungan. Dengan mengatasi masalah-masalah ini, Afghanistan dapat menjadi negara yang lebih tangguh dan mampu menghadapi tantangan bencana alam di masa depan.

Afghanistan Diguncang Gempa Susulan, Korban Jiwa Jadi 2.200 Orang

Popular Post

Nasional

Lirik Lagu Alun-Alun Nganjuk: Makna, Sejarah, dan Popularitasnya

Table of Contents▼Ingin Tahu Lebih Dekat Lirik Lagu Alun-Alun Nganjuk yang Melegenda?Teks Lengkap Lirik Asli Alun-Alun NganjukStruktur dan Gaya Bahasa ...

7,5 Juta Keluarga Akan Terima BLTS Lewat PT Pos Indonesia

7,5 Juta Keluarga Akan Terima BLTS Lewat PT Pos Indonesia Demi Kesejahteraan

7,5 Juta Keluarga Akan Terima BLTS Lewat PT Pos Indonesia merupakan sebuah langkah nyata pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat ...

Lecce-Napoli: orario, probabili formazioni e dove vederla in tv

NasionalSepak Bola Italia

Lecce-Napoli Jadwal Pemain dan Siaran TV Lengkap

Lecce-Napoli: orario, probabili formazioni e dove vederla in tv kini menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola, khususnya para ...

buatkan thumbnailpost artikel olehkabar.com Asal Usul Kota Nganjuk: Menyingkap Jejak Sejarah dan Budaya

Nasional

Asal Usul Kota Nganjuk: Menyingkap Jejak Sejarah dan Budaya

Table of Contents▼Menelusuri Jejak Sejarah Berdirinya Kota NganjukPengertian Hari Jadi Kota NganjukSumber-sumber Sejarah Utama NganjukKonteks Kerajaan Mataram KunoPrasasti Anjuk Ladang: ...

Jurgen Klopp exclusive: Liverpool manager says club came through ...

Analisis OlahragaNasional

Krisis Liverpool Media Inggris Sebut Tim Stuurloos

Para penggemar sepak bola tentu sedang menyoroti perkembangan terkini di Anfield. Engelse media zien crisis in Liverpool na ‘meest zorgwekkende ...

Bad Credit Cash Loans Within 1 hour No Credit Check

Ekonomi

Pinjaman Online 500 Ribu Cair Langsung, Tanpa Syarat Ribet!

Pinjaman online 500 ribu langsung cair tanpa calon nasabah buruk dan syarat berbelit untuk dana darurat, menjadi solusi cepat untuk ...

Tinggalkan komentar