Nganjuk, sebuah kota di Jawa Timur, seringkali identik dengan hidangan legendarisnya, Nasi Becek. Kelezatan nasi berkuah santan kental dengan irisan daging sapi ini memang telah memikat banyak penikmat kuliner dari berbagai daerah.Namun, di balik popularitas Nasi Becek, Nganjuk menyimpan kekayaan kuliner lain yang tak kalah menarik, khususnya dalam kategori jajanan.…
Nganjuk, sebuah kota di Jawa Timur, seringkali identik dengan hidangan legendarisnya, Nasi Becek. Kelezatan nasi berkuah santan kental dengan irisan daging sapi ini memang telah memikat banyak penikmat kuliner dari berbagai daerah.
Namun, di balik popularitas Nasi Becek, Nganjuk menyimpan kekayaan kuliner lain yang tak kalah menarik, khususnya dalam kategori jajanan. Beragam camilan dan makanan ringan khas daerah ini menawarkan pengalaman rasa yang unik dan otentik, menjadikannya pilihan menarik bagi wisatawan maupun warga lokal yang ingin mengeksplorasi lebih jauh.
Artikel ini akan mengulas beberapa jajanan khas Nganjuk yang patut dicoba, memberikan perspektif baru tentang khazanah kuliner kota ini selain Nasi Becek yang sudah melegenda. Dari cita rasa manis hingga gurih, setiap jajanan memiliki cerita dan keunikan tersendiri.
Also Read
Dumbleg Nganjuk: Manisnya Warisan Tradisi

Sejarah Singkat dan Asal Mula Dumbleg
Dumbleg merupakan salah satu jajanan tradisional khas Nganjuk yang telah ada sejak lama. Camilan ini memiliki akar kuat dalam budaya masyarakat setempat, seringkali disajikan pada acara-acara khusus atau sebagai teman minum teh di sore hari.
Keberadaan dumbleg tidak hanya sekadar makanan, melainkan juga bagian dari warisan kuliner yang diwariskan secara turun-temurun, menjaga cita rasa autentik Nganjuk.
Ciri Khas dan Bahan Utama Dumbleg
Dumbleg memiliki bentuk yang unik, menyerupai lonjong atau kerucut kecil, dengan warna cokelat gelap yang khas. Teksturnya kenyal dan lengket, dengan cita rasa manis yang kuat dari gula aren.
Bahan utama pembuatan dumbleg meliputi tepung beras, gula aren, santan kelapa, dan sedikit garam. Proses pembuatannya cukup memakan waktu, melibatkan pengukusan adonan dalam balutan daun lontar atau daun pisang yang memberikan aroma khas.
Lokasi Menemukan Jajanan Dumbleg
Untuk menemukan dumbleg autentik, pengunjung dapat menyambangi pasar-pasar tradisional di Nganjuk, seperti Pasar Wage atau Pasar Berbek. Beberapa toko oleh-oleh lokal juga kerap menyediakannya.
Jajanan ini paling nikmat disantap selagi hangat, ditemani secangkir kopi atau teh. Dumbleg juga sering dijadikan oleh-oleh karena ketahanannya yang cukup baik.
Baca Juga: Paket Wisata Nganjuk Include Nasi Becek Terbaik 2026
Onde-Onde Nganjuk: Kenyal Gurih Berisi

Sejarah Onde-Onde di Nganjuk
Onde-onde adalah jajanan yang populer di berbagai daerah di Indonesia, namun Nganjuk memiliki varian onde-onde dengan karakteristiknya sendiri. Meskipun asal-usulnya diyakini dari Tiongkok, onde-onde telah lama berasimilasi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner lokal.
Di Nganjuk, onde-onde sering ditemukan di berbagai kedai kopi atau warung makan, menjadi pilihan camilan yang digemari banyak kalangan.
Ciri Khas dan Bahan Utama Onde-Onde
Onde-onde khas Nganjuk umumnya memiliki kulit luar yang renyah dengan taburan biji wijen melimpah, serta tekstur bagian dalam yang kenyal. Isiannya bervariasi, namun yang paling umum adalah pasta kacang hijau yang manis dan lembut.
Bahan dasar pembuatan onde-onde meliputi tepung ketan, gula, air, dan biji wijen. Isiannya terbuat dari kacang hijau yang direbus, dihaluskan, dan dimasak dengan gula hingga menjadi pasta kental.
Tempat Membeli Onde-Onde Khas Nganjuk
Onde-onde dapat dengan mudah ditemukan di hampir seluruh penjual jajanan pasar di Nganjuk. Beberapa toko roti atau pusat oleh-oleh juga sering menyediakannya dalam kondisi siap santap.
Jajanan ini sangat cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi di pagi maupun sore hari. Kelezatannya yang gurih manis menjadikannya pilihan camilan yang memuaskan.
Baca Juga: Jelajahi Kelezatan Street Food Nganjuk yang Menggugah Selera
Tiwul Khas Nganjuk: Olahan Singkong Penuh Gizi
Asal Mula Tiwul sebagai Pangan Pokok
Tiwul, yang terbuat dari singkong, dulunya merupakan makanan pokok pengganti nasi di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Nganjuk. Kehadirannya erat kaitannya dengan kondisi ekonomi masyarakat pedesaan yang mengandalkan hasil bumi.
Kini, tiwul bertransformasi menjadi jajanan tradisional yang dicari karena keunikan rasa dan manfaat gizinya.
Karakteristik dan Bahan Tiwul Nganjuk
Tiwul memiliki tekstur yang sedikit kasar namun lembut ketika dikunyah, dengan rasa khas singkong yang gurih. Biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut dan sedikit gula pasir atau gula merah cair.
Proses pembuatannya dimulai dengan mengeringkan singkong menjadi gaplek, lalu ditumbuk dan direndam sebelum dikukus. Ini menghasilkan butiran-butiran tiwul yang kemudian siap disajikan.
Lokasi Penjual Tiwul di Nganjuk
Tiwul dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional Nganjuk, terutama di pagi hari. Beberapa warung makan tradisional juga masih menyajikan tiwul sebagai menu pelengkap.
Jajanan ini menawarkan pengalaman rasa yang autentik dan kaya serat, menjadikannya pilihan camilan yang sehat dan mengenyangkan.
Baca Juga: Panduan Kuliner Nganjuk: Jelajahi Rasa Otentik Jawa Timur
Tahu Kuning Khas Nganjuk: Kelezatan yang Melegenda

Sejarah dan Popularitas Tahu Kuning
Tahu Kuning atau Tahu Takwa merupakan salah satu ikon kuliner Nganjuk yang sangat populer. Meskipun bukan jajanan dalam arti camilan manis, tahu ini sering dijadikan oleh-oleh dan camilan gurih yang digoreng.
Popularitasnya telah menyebar luas, dikenal karena tekstur dan rasanya yang berbeda dari tahu biasa.
Ciri Khas dan Proses Pembuatan Tahu Kuning
Tahu Kuning Nganjuk memiliki warna kuning cerah yang khas, didapat dari penggunaan kunyit dalam proses perendamannya. Teksturnya padat namun lembut di bagian dalam, dengan rasa gurih yang meresap sempurna.
Proses pembuatannya melibatkan perendaman tahu putih dalam larutan bumbu kunyit dan garam, kemudian direbus atau dikukus sebelum akhirnya siap digoreng.
Tempat Membeli Tahu Kuning Terbaik
Sentra produksi Tahu Kuning banyak ditemukan di Nganjuk, terutama di sepanjang jalur utama yang melintasi kota. Banyak toko oleh-oleh khusus tahu kuning yang menawarkan produk segar setiap hari.
Tahu kuning sangat cocok dinikmati langsung setelah digoreng, atau dijadikan lauk pendamping. Ini juga merupakan oleh-oleh wajib bagi setiap pengunjung Nganjuk.
Baca Juga: Kisah di Balik Nama Nasi Becek: Asal-usul Kuliner Kediri
Jenang Dodol Nganjuk: Oleh-Oleh Manis yang Legit

Asal Usul Jenang Dodol di Nganjuk
Jenang atau dodol adalah jenis penganan manis yang dikenal di berbagai daerah, dan Nganjuk memiliki varian jenang dodol dengan kekhasannya. Jajanan ini seringkali dikaitkan dengan perayaan atau acara penting, serta menjadi simbol keramahan.
Proses pembuatannya yang tradisional menjaga kualitas dan cita rasa autentiknya.
Karakteristik dan Bahan Dasar Jenang Dodol
Jenang Dodol Nganjuk memiliki tekstur yang legit, kenyal, dan lengket, dengan rasa manis yang mendalam. Warnanya bervariasi, dari cokelat muda hingga gelap, tergantung pada bahan tambahan dan proses karamelisasi.
Bahan utamanya meliputi tepung ketan, santan kelapa, dan gula merah atau gula pasir. Proses memasaknya memakan waktu lama, diaduk terus-menerus hingga adonan mengental sempurna.
Lokasi Penjual Jenang Dodol di Nganjuk
Jenang Dodol mudah ditemukan di pusat oleh-oleh khas Nganjuk. Beberapa produsen rumahan juga masih aktif memproduksi jenang dodol dengan resep turun-temurun.
Jajanan ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh karena kemasannya yang praktis dan ketahanannya yang cukup lama. Rasanya yang manis legit akan memuaskan selera.
Baca Juga: Supplier Produk SAI Terbaik di Nganjuk: Panduan Lengkap 2026
Kue Lumpur Nganjuk: Lembut dan Menggoda Selera

Sejarah Singkat Kue Lumpur
Kue Lumpur adalah jajanan tradisional yang populer di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Nganjuk. Meskipun tidak secara eksklusif Nganjuk, kue lumpur di sini memiliki sentuhan lokal yang membuatnya istimewa.
Jajanan ini sering disajikan sebagai camilan ringan atau bagian dari hidangan penutup dalam acara-acara keluarga.
Ciri Khas dan Komposisi Kue Lumpur
Kue Lumpur Nganjuk dikenal dengan teksturnya yang sangat lembut dan lumer di mulut, dengan aroma pandan atau vanila yang harum. Rasanya manis dengan sedikit sentuhan gurih dari santan.
Bahan utama kue ini adalah kentang yang dihaluskan, tepung terigu, santan, telur, gula, dan vanila atau pandan. Proses pemanggangannya menggunakan cetakan khusus di atas api kecil, menghasilkan bagian bawah yang sedikit gosong dan bagian atas yang lembut.
Tempat Mendapatkan Kue Lumpur
Kue lumpur dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional, toko kue, atau pedagang jajanan keliling di Nganjuk. Beberapa kafe modern juga mulai menyajikan kue lumpur dengan inovasi rasa.
Jajanan ini paling nikmat disantap selagi hangat, ditemani secangkir teh atau kopi. Kelembutannya menjadikannya favorit banyak orang.
Baca Juga: Franchise Produk Sai Buatan Nganjuk: Peluang Bisnis Kuliner Lokal 2026
Kerupuk Upil: Sensasi Gurih yang Unik

Asal Mula Nama dan Popularitas Kerupuk Upil
Kerupuk Upil adalah nama unik untuk kerupuk yang populer di Nganjuk dan sekitarnya. Meskipun namanya terdengar tidak biasa, kerupuk ini memiliki banyak penggemar karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah.
Kerupuk ini sering dijadikan teman makan atau camilan ringan sehari-hari.
Karakteristik dan Bahan Dasar Kerupuk Upil
Kerupuk Upil memiliki bentuk yang kecil dan tidak beraturan, menyerupai kerupuk mentah yang belum mengembang sempurna. Rasanya sangat gurih dan sedikit asin, dengan tekstur renyah namun padat.
Bahan utama pembuatannya adalah tepung tapioka, bawang putih, garam, dan bumbu penyedap lainnya. Kerupuk ini digoreng hingga matang dan kering, menghasilkan cita rasa yang khas.
Lokasi Pembelian Kerupuk Upil
Kerupuk Upil dapat dengan mudah ditemukan di warung-warung kelontong, pasar tradisional, atau toko oleh-oleh di Nganjuk. Harganya yang terjangkau menjadikannya camilan favorit banyak orang.
Kerupuk ini cocok dinikmati kapan saja, baik sebagai teman makan nasi maupun sebagai camilan ringan saat bersantai. Keunikan rasanya patut dicoba.
Baca Juga: Resep Dimsum Ayam Nikmati Kelezatannya!
Menjelajahi Kekayaan Kuliner Nganjuk

Nganjuk, dengan segala pesonanya, menawarkan lebih dari sekadar Nasi Becek yang telah dikenal luas. Beragam jajanan khas yang telah diuraikan di atas membuktikan bahwa kota ini memiliki khazanah kuliner yang kaya dan patut untuk dieksplorasi lebih dalam.
Dari dumbleg yang manis legit hingga kerupuk upil yang gurih renyah, setiap jajanan memiliki cerita dan keunikan tersendiri yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Jajanan-jajanan ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas kuliner Nganjuk.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Nganjuk, sangat disarankan untuk meluangkan waktu mencicipi dan membawa pulang jajanan khas ini sebagai oleh-oleh. Pengalaman kuliner yang beragam ini akan melengkapi perjalanan dan memberikan kenangan tak terlupakan tentang Nganjuk.
FAQ
Selain nasi becek, Nganjuk memiliki beragam jajanan khas seperti dumbleg, onde-onde Nganjuk, tiwul, tahu kuning, jenang dodol, kue lumpur, dan kerupuk upil. Setiap jajanan menawarkan cita rasa dan karakteristik yang unik.
Jajanan khas Nganjuk dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Wage atau Pasar Berbek, toko oleh-oleh khusus, sentra produksi tahu kuning, serta beberapa warung makan dan toko kue lokal.
Ya, banyak jajanan khas Nganjuk sangat cocok untuk oleh-oleh. Tahu kuning, jenang dodol, dan dumbleg adalah beberapa contoh yang populer dibawa pulang karena ketahanannya dan keunikan rasanya.
Beberapa jajanan Nganjuk dapat dianggap lebih sehat, salah satunya adalah tiwul. Terbuat dari singkong, tiwul kaya akan serat dan dapat menjadi alternatif pangan yang baik. Namun, konsumsi tetap perlu diperhatikan.
Cara terbaik menikmati jajanan khas Nganjuk adalah dengan mencicipinya langsung di tempat penjual, terutama jika disajikan hangat. Nikmati bersama keluarga atau teman sambil ditemani secangkir teh atau kopi tradisional untuk pengalaman yang lebih otentik.













